Jumat, 12 Desember 2014

Akibat Kekurangan dan Kelebihan Protein

   Selamat datang kembali di Anastasia Weblog, kali ini kita akan membahas tentang kekurangan dan kelebihan protein. Ada juga sumber dan manfaat protein yang mungkin kalian tahu. Ayo jangan sampe di sini aja dong, baca seterusnya di bawah!

Sumber protein
Bahan makanan hewani dikenal sebagai sumber protein yang baik bagi tubuh kita. Contohnya daging, susu, telur dan ikan. Ada juga sumber protein nabati yakni kacang kedelai dan "turunannya", seperti tahu dan tempe. Kacang-kacangan juga bisa menjadi protein nabati. Padi-padian hasilnya mengandung protein yang relative rendah, tetapi karena dikonsumsi dalam jumlah besar maka juga bisa memberikan protein. Sayangnya walaupun protein hewani adakah sumber protein terbaik, rata-rata hanya 18,4% penduduk Indonesia yang mengonsumsinya.

Manfaat protein
Pada dasarnya protein bermanfaat untuk zat pembangun, misalnya pada anak-anak berguna untuk perkembangan sel-sel otak. Sedangkan untuk orang dewasa, jika terjadi memar atau luka lainnya protein berguna untuk membangun dan memperbaiki kembali sel-sel rusak. Isovlafon yang terkandung dalam kacang kedelai juga senyawa dengan glikosida yang larut dalam air, bersifat anti aging dan anti oxidant.

 Akibat kekurangan dan kelebihan protein
• Kekurangan protein menyebabkan:

- Immunodefiency, yaitu daya tahan tubuh yang melemah atau bahkan hilang.
- Apati, yaitu kurangnya emosi, motivasi dan antusiasme.
- Busung
- Gagal hati

• Kelebihan protein menyebabkan:

- Masalah ginjal
- Penyakit rematik
- Pengasaman darah
- Osteoporosis

Nah, baik kekurangan maupun kelebihan protein, sama-sama menyebabkan risiko yang merugikan. Oleh karena itu sebaiknya kita mengonsumsi zat gizi dengan seimbang. Bila kamu biasa mengonsumsi protein sebagai dasar makanan sehari-hari, cukup mengonsumsi sesuai jumlah yang dianjurkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar